Senin, 19 Juli 2010

Gelap

kudapati bidadari hitam memainkan
jemari lentiknya menyulam kehangatan
iringi dara putih yang terantuk kelelahan
menanti ciuman dingin sang luna

racun pekat berlumur dari hatinya
yang gelap dan kokoh menyongsong kebencian
kemarahannya memancar dari mata indahnya
sebenci itukah dirimu pada dunia
wahai hawa bersayap-sayapkan kepedihan?

sekarang kemanakah 
kaki kecilmu akan melangkah?
sekarang kemanakah
anugerah surgamu akan kau serahkan?

kembalilah saat kau letih...
saat utara tampak seperti selatan...
dan timur kelihatan seperti barat...

saat semuanya terlihat sama olehmu
dan saat sinar mentari berwarna gelap...

aku...
aku akan tetap meneriakan namamu...
aku akan tetap menanti hatimu
terus menanti...
hingga kau letih berjalan...
dan kembali tertidur di dadaku...
karena ku slalu mencintamu...


-22 mei 2010, ketika tulisan ini tercipta-



2 komentar:

  1. wahh..kyknya.. banyak puisi yg terendap di draft nih.. hihihi...

    BalasHapus